Tampilkan postingan dengan label buku Autobiografi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label buku Autobiografi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 21 April 2010

Che Guevara dan Revolusi Kuba by Mike Gonzales

Para pekerja tidak bertanah di Brazil membawa dua imej apabila mereka menduduki tanah kosong. Yang satu adalah pemimpin masyarakat desa di Conudos, yang berjuang menentang kerajaan pada tahun 1890-an. Yang kedua adalah Che Guevara di Carakas, Di Buenos Aires di Bolivia, dan di El Salvador, pemuda-pemudi yang bertempur dengan polisi semasa pemberontakan menentang capital global menyelimuti muka mereka dengan kain yang membawa imej Che. Di Eropa pengunjuk rasa memakai kemeja dengan muka Guevara tercetak pada dada mereka.
Ernesto ‘che’ Guevara meninggal dunia pada usia muda. Doctor dari Argentina ini yang meninggalkan tanah air dan kerjaanya untuk menyertai Revolusi Kuba, dibunuh di sebuah kampong pengunungan di Bolivia sewaktu dia tercedera. Akhir bulan itu adalah Oktober 1967, dan Ernesto Guevarra belum berusia 40 tahun.
Di Kuba, dimana Che merupakan seorang pemimpin revolusi tahun 1959 yang berwibawa dan berkuasa, wajahnya yang disinari oleh lampu neon menghiasi beberapa tingkat bangunan di Dataran Revolusi di Havana. Dan pasa poster dan papan tanda, imej Che berdiam diri disisi laungan untuk menyokong kerajaan Kuba. Sambil anda menjelajah Bandar-bandar Kuba, ia adalah wajah Che yang memenuhi tempat-tempat awam dan bukanya wajah lelaki yang telah menguasai kehidupan politik Kuba sejak revolusi tersebut Fidel Castro.

Download CHe Guevara dan Revolusi Kubu disini…

Autobiografi Valentino Rossi

Kami membanting setir ke kiri sekaligus melesat miring masuk gigi tiga penuh dengan kecepatan 170km/jam. Dari motor hondaku aku Cuma bisa melihat bagian atas knalpot motor yamahanya. Dia masih didepanku, hingga bahkan sampai tikungan diatas bukit itu yang kalau cakrawala mulai menghilang, kamu akan segera lenyap juga dibaliknya. Aku masih ketat menempel dibelakangnya. Itulah saat menentukan bagi delapan pembalap, yang kemudian tinggal kami berdua : aku dan Max Biaggi.
Memang saat paling menentukan dalam kejuaraan tahun 2001 itu. Putaran terakhir, sirkuat terakhir yang berat, aksi terakhir untuk menang, kesempatan terakhir untukku.
Tikungan yang memanjang beraspal tersebut terlihat seperti olesan mentega pada permukaan bukit hijau yang tidak terlalu curam itu. Tikungan yang tampak bergantung dan selaras dengan setiap permukaan bukit itu mirip huruf “S” ke kiri lalu ke kanan kemudian berakhir tepat di puncaknya. Sebelum kamu bisa mencapainya, kamu harus bergerak naik dulu, setelah itu menuruninya.

Download autobiografi Valentino Rossi disini…
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Followers